Oleh : Eko Triyanto
Ramadan menjadi saat yang tepat untuk saling berbagi. Suatu ketika, Abu Bakar, mendatangi seorang perempuan Yahudi tunanetra. Ia memberikan makanan. Tetapi perempuan itu merasa aneh. Karena cara menyuapinya berbeda dari orang yang biasa datang kepadanya. Ia bercerita bahwa biasanya orang yang menyuapinya dengan lembut.
Abu Bakar lantas menerangkan, jika orang yang selama ini menyuapi adalah Rasulullah Muhammad SAW. yang telah tiada sehingga Abu Bakar yang menggantikan. Mendengar kabar tersebut, perempuan itu tiba-tiba menangis. Ia tidak menyangka jika orang yang selama ini menyuapinya adalah orang yang selama ini sering ia hina.
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)
Dalam sebuah hadis juga diterangkan, “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Ramadan Bulan Berbagi Menyucikan Harta dan Hati
Layaknya air, jika tertahan di suatu kolam yang diam. Ia berpotensi akan menjadi kotor dan berbau. Tetapi jika terus mengalir, maka ia jernih dan bersih. Begitu pula harta yang kita miliki, tidak boleh hanya disimpan tanpan kemanfaatan.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 267 Allah SWT. berfirman, artinya, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”
(Catatan Ramadan #6)